NAMA: ULIN NUHA (123911109)
PERBEDAAN
ANTARA MALAIKAT, JIN, IBLIS DAN SETAN
Malaikat diciptakan dari cahaya sedangkan jin diciptakan dari api. Hal ini
ditunjukkan dalam hadits Aisyah Radhiallahu ‘anha dalam Shahih Muslim (2996)
dia berkata, “bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam :خُلِقَتِ المَلَائِكَةُ مِنْ نُوْرٍ وَخُلِقَ الجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ
“Malaikat diciptakan dari cahaya dan jin diciptakan dari api yang bercampur dengan hitamnya api.”
Ini merupakan perbedaan yang mencolok dalam hal asal penciptaan, terlebih lagi ada perbedaan lain dalam sifat dan perbuatannya.
Para malaikat secara umum disifati dengan sifat-sifat yang terpuji.
Allah Subhaanahu wata’aala berfirman tentang mereka:
يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan.”
(QS. An Nahl : 50)
Allah Subhaanahu wata’aala juga berfirman :
لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(QS At Tahrim:6 ).
Allah Subhaanahu wata’aala, berfirman tentang iblis nenek moyang jin:
أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ
“Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu?” ( QS. Al -Kahfi : 50 )
Jin adalah salah satu jenis makhluk Allah
Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan jenis
manusia atau malaikat.
,خَلَقَ
الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ (14) وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ
مِنْ نَارٍ(15)
“Dia menciptakan manusia dari tanah
kering seperti tembikar. Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS.
Ar-Rahman: 14 – 15)
Adapun mayoritas jin memiliki sifat-sifat yang jelek, seperti memberikan
waswas, menghiasi perbuatan jelek sebagai satu kebaikan, memalingkan, membuat
makar dan tipu daya, melampaui batas serta berbuat zhalim dan sebagainya.
Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal:
a. Jin memiliki akal dan nafsu,
sebagaimana manusia juga memiliki akal dan nafsu.
b. Jin mendapatkan beban perintah dan larangan syariat, sebagaimana mausia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat.
b. Jin mendapatkan beban perintah dan larangan syariat, sebagaimana mausia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat.
Oleh karena itu, ada jin yang muslim
dan ada jin yang kafir. Ada
jin yang baik dan ada jin yang jahat. Ada jin yang pintar masalah
agama dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut
kelompok sesat, dst.
Sedangkan perbedaan jin dengan
mansuia yang paling mendasar adalah dari asal penciptaan dan kemampuan bisa
kelihatan dan tidak.
Makhluk ini dinamakan jin, karena
memiliki sifat ijtinan (Arab: اجتنان),
yang artinya tersembunyi dan tidak kelihatan. Manusia tidak bisa melihat jin
dan jin bisa melihat manusia. Allah
berfirman
,إِنَّهُ
يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ
“Sesungguhnya ia (iblis) dan
pengikut-pengikutnya melihat kamu di suatu keadaan yang kamu tidak bisa melihat
mereka.” (QS. Al-A’raf: 27)
Untuk memahami setan, satu
prinsip yang harus Anda pegang: Jin itu makhluk dan setan itu sifat.
Karena setan itu sifat, maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri.Setan
adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat,
suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.
Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar
mengatakan
,الشيطان في
لغة العرب يطلق على كل عاد متمرد
“Setan dalam bahasa Arab digunakan
untuk menyebut setiap makhluk yang menentang dan membangkang.” (Alamul Jinni
was Syayathin, Hal. 16).
Dinamakan setan, dari kata; syutun
(Arab: شطون)
yang artinya jauh. Karena setan dijauhkan dari rahmat Allah. (Al-Mu’jam
Al-Wasith, kata: الشيطان)
Kembali pada keterangan sebelumnya,
karena setan itu sifat maka kata ini bisa melekat pada diri manusia dan
jin. Sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ada setan dari
golongan jin dan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, setelah
menjelaskan sifat-sifat setan
,مِنَ
الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
“(setan yang membisikkan itu) dari
golongan jin dan mausia.” (QS. An-Nas: 6).
Siapakah iblis? Iblis adalah nama
salah satu jin yang menjadi gembongnya para
pembangkang. Dalil
bahwa iblis dari golongan jin adalah firman Allah
,وَإِذْ
قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ
مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ
“Ingatlah ketika Kami berkata kepada
para maialakat, ‘Sujudlah kallian kepada Adam!’ maka mereka semua-pun
sujud kecuali Iblis. Dia dari golongan jin dan membangkang dari
perintah Allah.” (QS. Al-Kahfi: 46)
Allah Subhaanahu wata’aala, berfirman tentang iblis nenek moyang jin:أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ
“Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu?” ( QS. Al -Kahfi : 50 )
Iblis juga memiliki keturunan, sebagaimana umumnya jin lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
,كَانَ مِنَ
الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ
أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ
“Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap
perintah Rab-nya. Akankah kalian menjadikan dia dan keturunannya sebagai
kekasih selain Aku, padahal mereka adalah musuh bagi kalian…” (QS. Al-Kahfi:
46)
Wallahu a’lam bis-Shawab dan smg
manfa’at. Aamiin
No comments:
Post a Comment