Sistem Pendidikan Islam
Sistem
pendidikan Islam merupakan solusi mendasar untuk mengganti sistem pendidikan
sekuler saat ini. Bagaimanakah gambaran sistem pendidikan Islam tersebut?
Berikut uraiannya secara sekilas.Pendidikan Islam merupakan upaya sadar,
terstruktur, terprogram, dan sistematis yang bertujuan untuk membentuk manusia
yang berkarakter, yakni:
Pertama,
berkepribadian Islam. Ini sebetulnya merupakan konsekuensi keimanan seorang
Muslim. Intinya, seorang Muslim harus memiliki dua aspek yang fundamental,
yaitu pola pikir (’aqliyyah) dan pola jiwa (nafsiyyah) yang berpijak pada
akidah Islam.
Untuk
mengembangkan kepribadian Islam, paling tidak, ada tiga langkah yang harus
ditempuh, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw., yaitu:
- Menanamkan akidah Islam kepada seseorang dengan cara yang sesuai dengan kategori akidah tersebut, yaitu sebagai ‘aqîdah ‘aqliyyah; akidah yang muncul dari proses pemikiran yang mendalam.
- Menanamkan sikap konsisten dan istiqâmah pada orang yang sudah memiliki akidah Islam agar cara berpikir dan berprilakunya tetap berada di atas pondasi akidah yang diyakininya.
- Mengembangkan kepribadian Islam yang sudah terbentuk pada seseorang dengan senantiasa mengajaknya untuk bersungguh-sungguh mengisi pemikirannya dengan tsaqâfah islâmiyyah dan mengamalkan ketaatan kepada Allah SWT.
Kedua,
menguasai tsaqâfah Islam. Islam telah mewajibkan setiap Muslim untuk menuntut
ilmu. Berdasarkan takaran kewajibannya, menurut al-Ghazali dalam Ali Saifullah:
(1987:19) ilmu dibagi dalam dua kategori, yaitu:
- Ilmu yang termasuk fardhu ‘ain (kewajiban individual), artinya wajib dipelajari setiap Muslim, yaitu tsaqâfah Islam yang terdiri dari konsepsi, ide, dan hukum-hukum Islam; bahasa Arab; sirah Nabi saw., Ulumul Quran, Tahfizh al-Quran, ulumul hadis, ushul fikih, dll.
- Ilmu yang dikategorikan fadhu kifayah (kewajiban kolektif); biasanya ilmu-ilmu yang mencakup sains dan teknologi serta ilmu terapan-keterampilan, seperti biologi, fisika, kedokteran, pertanian, teknik.
Ketiga,
menguasai ilmu kehidupan (IPTEK). Menguasai IPTEK diperlukan agar umat Islam
mampu mencapai kemajuan material sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai
khalifah Allah di muka bumi dengan baik. Islam menetapkan penguasaan sains
sebagai fardlu kifayah, yaitu jika ilmu-ilmu tersebut sangat diperlukan umat,
seperti kedokteran, kimi, fisika, industri penerbangan, biologi, teknik, dll.
Keempat,
memiliki keterampilan yang memadai. Penguasaan ilmu-ilmu teknik dan praktis
serta latihan-latihan keterampilan dan keahlian merupakan salah satu tujuan
pendidikan Islam, yang harus dimiliki umat Islam dalam rangka melaksanakan
tugasnya sebagai khalifah Allah SWT. Sebagaimana penguasaan IPTEK, Islam juga
menjadikan penguasaan keterampilan sebagai fardlu kifayah, yaitu jika
keterampilan tersebut sangat dibutuhkan umat, seperti rekayasa industri,
penerbangan, pertukangan, dan lainnya.
Agar
keluaran pendidikan menghasilkan SDM yang sesuai harapan, harus dibuat sebuah
sistem pendidikan yang terpadu. Artinya, pendidikan tidak hanya terkonsentrasi
pada satu aspek saja. Sistem pendidikan yang ada harus memadukan seluruh unsur
pembentuk sistem pendidikan yang unggul.
No comments:
Post a Comment